annlistyana

sometime life is how we write about

You are not a Backpacker, you are Diver. October 30, 2015

Oktober 2015, bulan ini bulan yang menyenangkan bagi kami karena akhirnya bisa masuk ke bawah laut untuk melakukan penyelaman yang entah kapan terakhir dilakukan, mungkin dua tahun lalu atau bahkan lebih.

Manta Bay Trip ini sebenarnya acara iseng-iseng dan direncanakan secara mendadak karena saking tergiurnya dengan budget yang murah (info dari teman), tapi ternyata sama saja, mahal. Mungkin berat di divingnya. Kalau kata teman-teman, uang itu bisa dicari, tapi kalau pengalaman bareng teman itu susah nyarinya.

Nah kali ini saya akan lebih membahas tentang budgetnya dan pengalaman saya. Saya mencoba sharing karena menurut saya ini merupakan suatu yang penting buat teman-teman yang suka ngetrip ala backpackeran yaitu selalu memperhitungkan budget. Travellingnya harus  dengan uang yang seminim-minimnya tapi dengan pengalaman yang sehebat-hebatnya.

Perjalanan mulai dari Perak Surabaya, untuk menuju bandara ada Bis Damri langsung ke tujuan adapula yang harus berhenti dulu di terminal Bungurasih. Karena kemarin saya kurang informasi  jadi saya naik angkutan umum dulu dengan mengeluarkan biaya Rp3000 (dari depan Colombo Perak menuju Halte bis Rajawali). Bis Damri itu ternyata melewati Perak Barat dan Timur dan langsung menuju ke Terminal Bungurasih. Tarif Ac Ekonomi : Rp8000 dan untuk tariff ekonomi non ac hanya Rp6000. ada juga bus Damri tujuan Bandara langsung, biayanya Rp25.000, tapi ini susah sekali didapat karena tidak ada jadwal yang pasti.

Perjalanan dari Perak ke Bungurasih ditempuh sekitar 1,5 jam karena jalan yang sangat macet dan nggak lewat tol sehingga kita harus benar-benar memperkirakan waktu tempuh sampai ke tujuan apalagi pas jam pulang kerja. Macet.

Dan akhirnya sampai di Bandara Juanda pukul 19.00 dan jadwal boarding pesawat jam 19.30. Sayangnya pesawat delay hingga 21.45. Juanda-Ngurah Rai hanya ditempuh selama 50 menit. Sampat Bali, dijemput temen dan, tidur.

Bali day #1

Bangun tidur di kosan temen yang notabene termasuk kos executive. Walaupun begitu, biaya sewa kosnya termasuk murah, nggak kayak di Surabaya. Berangkat dari kosan pukul 07.00 tanpa mandi tapi tetep gosok gigi, kami berangkat Sanur Beach tapi sebelumnya mampir terlebih dahulu untuk mengisi perut. Ada beberapa menu disini, Nasi kuning, Lontong sayur atau Bubur ayam dengan harga Rp4000 hingga Rp7000.001IMG_1689

Sampai Sanur, saya sangat heran karena dulu Sanur itu tidak seramai ini (2010). Sudah banyak fast boat menuju Lembongan dan Nusa Penida. Untuk penyebrangan kita bisa membeli tiket boat mulai dari harga Rp65.000 hingga Rp175.000. Agen penyebrangan ini sangat banyak sehingga para wisatawan dapat memilih sesuai selera walaupun pada intinya sama, menyebrang lautan yang luas.

Tips : cari agen penyebrangan yang berada di jauh dari pintu masuk karena harga tiket akan lebih murah disbanding yang di depan pintu masuk yaitu Rp65.000 (ditawar aja atau langsung bayar). Perjalanan ke Lembongan kurang lebih 35 menit dan untuk jadwal penyebrang ada setiap jam. 07.30-08.30-09.00 dsb.

Tips : Pakai celana pendek, untuk yang berhijab pakai celana kain/legging, jangan pakai sepatu, mending pakai sandal karet atau pokoknya tahan air dan jangan lupa kacamata hitam. Karena fast boat diparkir di pantai dan mau tidak mau kaki harus basah sampai sedengkul.

Bali Diving AcademySampai di Lembongan, kita langsung ke tujuan utama. Dive Center. Kebetulan kita pakai Bali Diving Academy. Sebenarnya banyak Dive center di sana tapi karena ada teman kita yang bekerja di situ, so we chose it. Anyway, keren banget tempatnya. Dan kita dapat fasilitas full. Dari wetsuit, fins, masker, fast boat, dan makan siang. Kita akan melakukan 2 kali penyelaman , Manta Bay dan Crystal Bay di Lembongan Bali. Di dive spot ini, kita melihat lumba-lumba, manta atau ikan layang-layang, kura-kura, ubur-ubur, ular laut dan ikan-ikan tropis lain beserta coral-coral lain.

Tips: Bawa antimo dan air panas, teh panas atau kopi panas. Ketiga item ini sangat penting karena fastboat akan terombang ambing di lautan sehingga perut mual-mual. Kalo nggak terbiasa, isi perutmu akan keluar dari mulut alias muntah. Tapi sebelumnya ditanyakan dulu kepada si agen apakah sudah mempersiapkan atau belum.

Usai menyelam sekitar pukul 15.00. Selesai mandi dan ganti baju kita langsung persiapan balik ke Sanur menggunakan kapal terakhir yaitu pukul 16.30.  Untuk tiket pulang kami membeli saat di Sanur, jadi sekalian beli (berangkatan-kembali) karena kita tidak berencana untuk menginap di lembongan. So, untuk tiket kita mengeluarkan kocek Rp130.000.

Kembali ke Denpasar, malamnya kita makan di warung kecil, Warung Jawa namanya. Harga makanan disini sangat murah apalagi jika kita memesan paket hemat. Ada ayam bakar, ayam goreng, ayam betutu dengan harga Rp11.000 sudah dengan nasi dan sambalnya.  Usai makan malam, kita putuskan untuk kembali ke kosan. Tidur.

Bali day #2

Hari kedua, bangun pagi, mengantar teman ke Bandara, balik ke Jakarta. Yang lainnya masih tidur. Untuk sarapan pagi kita makan nasi sayur dekat kos, tentu saja harga anak kos. Pukul 11.00 janjian sama saudara di KFC Sesetan. Saya pikir harga di sini berbeda atau lebih mahal dari KFC lainnya, tapi ternyata tidak.

Trip hari kedua kita berencana untuk snorkeling dan keliling pantai. Pantai yang kita tuju Nusa Dua, dan Pandawa. Gak jadi snorkeling. Menyebalkan.

Nusa Dua BaliNusa Dua Bali, merupakan tempat wisata menengah ke atas, katanya. Di sini lebih banyak bulenya daripada lokalan. The reason is high price here. Kawasan ini banyak menjual hotel berbintang dengan view pantainya. Di kawasan ini ada tempat yang tidak boleh dikunjungi oleh wisatawan kecuali penghuni hotel setempat.

Pantainya bersih, dan kekinian pastinya. Di Nusa Dua ini ada patung Rama dan Shinta yang menjulang tinggi. Tapi kita gak kesana. Hehe

Setelah dari Nusa Dua, awalnya kita mencari pantai untuk snorkeling, dan akhirnya bertemulah dengan Pandawa Beach. Niat snorkeling di sini kami urungkan karena banyak sekali wisatawan lokal, dan pantainya dibuat untuk wisata kano (perahu kano).

Keunikan Pandawa Beach ini yaitu adanya Patung Pandawa di tembok karst. Besar. Patung Arjuna, Bima, Nakula, Sadewa, Yudhistira diletakkan di tembok karst yang dilubangi.

Tiket masuk untuk Pantai Pandawa ini per orang Rp7000 dan parkir mobil Rp5000 dibayar di pintu masuk Kawasan Pandawa Beach. Selain wisata kano dan  pemandangan karst, ada juga wisata edukasi penanaman coral.

Salah satu teman saya sangan berminat dengan masalah coral-coralan jadi kami menghabiskan waktu hingga petang di sini, then pulangnya kami mampir beli oleh-oleh di winehouse. Bukan saya yang beli, namun teman-teman ini. Harga wine termurah Rp.170.000 kalau tidak salah. Maklum saya di sini Cuma numpang foto aja dan tidak peduli dengan harga dan merk yang ada. Selasai berbelanja akhirnya kita makan malam di Sop Kaki Kambing dengan harga Rp25.000 sudah termasuk nasi dan minum teh manis. Makan malam menjadi kegiatan terakhir, dan itu tandanya kita kembali ke kosan, packing dan segera tidur karena esok hari kami harus kembali terbang ke Surabaya. IMG_20151018_170644

Bali Day #3

Penerbangan ke Surabaya pukul 8.40. Ontime. Sampai Surabaya pukul 8.30. Berasa lebih muda sejam. Ahai. Saya langsung mencari Bis Damri jurusan Perak, tarif biasa Rp25.000. Sayangnya, saya kena maki-maki oleh supir Damrinya. Ceritanya, semua penumpang pada turun di terminal tinggal saya dan 2 orang yang stay, lalu saya memastikan bisnya akan sampai ke Perak daaaan jawaban si Bapak supir malah sangat tidak menyenangkan. “Mbak, kalo saya belum nyuruh turun ya gak usah turun. Takon kok bola-bali. Kene ki kesel jawab pertanyaan ngono kui, mumet. Blablablah.”

IMG-20151018-WA0033

wine house di SeminyakIMG_20151018_163241patung Arjuna

Pandawa BeachIndahnya Pantai Pandawa

Ya mungkin memang bapaknya lelah bekerja sebagai supir Damri tapi kenapa harus dengan jawaban yang sangat tidak menyenangkan. Kena semprotnya juga tidak hanya itu. Saat sampai di Perak, saya yang duduk di dekat pintu keluar dan dekat dengan bapak supirnya bilang, “Pak, Colombo nggih”. Jawaban dari Bapak, “Mbaknya kalo mau turun ya di depan pintu biar cepet! Buruan!!” Lalu saya hanya beristighfar. Ya ampun Bapak iniiiii……

Bis Damri SurabayaAkhirnya saya sampai kos juga, ganti baju dan langsung cus ke rutinitas kantor.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s