annlistyana

sometime life is how we write about

tari tarian May 21, 2012

Filed under: Pendidikan — annlistyana @ 08.21
Tags: ,

Tari  Bondan

Asal                  :    Jateng

Tema                :    ibu

Latar Belakang  :    kurangnya pendidikan bagi seorang ibu untuk mengasuh anaknya dan berumah tangga.

Isi                     :    kehidupan seorang ibu

Fungsi               :    mendidik wanita untuk menjadi seorang ibu

Pencipta           :    –

Keunikan                    :

a. Gerak           :    lihai berdiri di atas kendi

b. Kostum         :    menggunakan boneka dan kendi.

c. Iringan          :    –

Tari Gambyong

Asal                  :    Surakarta

Tema                :    pesta

Latar Belakang  :    adanya perintah dari pihak keraton kepada seorang penari Tayub untuk menciptakan tarian baru.

Isi                     :    menggambarkan sifat-sifat wanita yang diungkapkan dengan gerak halus nan anggun

Fungsi               :    menyambut tamu.

Pencipta           :    –

Keunikan                    :

a. Gerak           :    centil (menggoda)

b. Kostum         :    –

c. Iringan          :    –

Tari Gambir Anom

Asal                  :    Jateng

Tema                :    kehidupan

Latar Belakang  :    manusia masih belum memahami hidup

Isi                     :    menggambarkan kehidupan manusia sehari-hari

Fungsi               :    sebagai pedoman hidup di dunia

Pencipta           :    –

Keunikan:

a. Gerak           :    semi berdiri (mendak)

b. Kostum         :    aksesoris seperti sayap dan kuluk hanoman

c. Iringan          :    cepat

Bedhaya Ketawang

Asal        : Solo / Surakarta

Pencipta  : Sultan Agung (Kitab Wedhapradangga)

Isi           : Percintaan Kanjeng Ratu Kidul dengan Panembahan Senapati. Ratu Kidul meminta Panembahan Senapati untuk menetap di samudera, tatapi ditolak. Selanjutnya Panembahan Senapati mau memperistri Kanjeng Ratu Kidul.

Tema      : Percintaan

Fungsi     : Peringatan penobatan Raja, upacara adat

Tari ini termasuk tari kelompok. Gerakannya melukiskan bujuk rayu Ratu Kidul. Para penari selalu mengitari Susuhunan Paku Buwana. Busananya menggunakan Dodot Ageng dengan motif Banguntulak alas-alasan yang menjadikan penarinya terasa anggun. Iringannya terdiri 5 macam jenis : kethuk, kenong kendhang, gong dan kemanak. Yang terdengan jelas suaranya adalah kemanak. Ditengah tarian, larasnya berganti slendro kemudian kembali ke laras pelog. Pada bagian pertama diiringi Durma, lalu Retnamulya. Kadang alat gamelannya ditambah dengan rebab, gender gambang dan suling.

Srimpi Sangopati

Asal        : Surakarta

Pencipta  : Paku Buwana IV

Isi           : Bentuk politik untuk meninggalkan perjanjian yang akan diadakan dengan pihak Belanda. Hal itu untuk mengantisipasi agar pihak keraton tidak perlu melepaskan daerahnya jika perjanjian digagalkan.

Tema      : Perjuangan

Fungsi     : Upacara adat

Tarian ini dilakukan 4 penari putri, yang ditengah tariannya dengan keahliannya memberikan minuman keras pada pihak Belanda dengan memakai gelek inuman. Termasuk tarian kelompok.

SRIMPI LUDIRA MADU

Asal        : Surakarta

Pencipta  : Paku Buwana V

Isi           : Menggambarkan sosok seorang ibu yang bijak dan cantik seperti pada syair ”Srimpi Ludira Madu”.

Tema      : Kehidupan

Fungsi     : Upacara adat

Termasuk tari kelompok oleh 4 orang putri. Tari ini gerakannya pelan, terkendali, gerakan selaras, khususnya pada lengan, tangan, jari dan kepala yang diilhami oleh air tenang yang mengalir.

KEMBAR MAYANG

Asal        : Lereng Gunung Merapi

Pencipta  : Romo Yoso Soedarmo (Padepokan Tjipto Boedojo)

Isi           : Penentian Dewi Sri agar panen hasil pertanian masyarakat setempat bertambah baik.

Tema      : Pemanjatan doa / Pemujaan

Fungsi     : Memanjatkan doa keselamatan dan hiburan

Tari kelompok ini dibawakan 9 orang penari. Untuk tari ini, penari harus dalam keadaan ”bersih”. Tarian ini biasa dilakukan pada tanggal 14 sura atau saat bulan purnama. Setelah melakukan tarian ini, pada pagi harinya masyarakat setempat melakukan ritual ”mubeng desa” sambil memanjatkan doa.

BEDHAYA PARTA KRAMA

Asal        : Surakarta

Pencipta  : K R T Sasminta Dipura

Isi           : Perjuangan Pandawa mendapatkan Dewi Sumbadra yang dipercaya sebagai penjelmaan Dewi Sri untuk dinikahkan dengan Arjuna.

Tema      : Percintaan

Fungsi     : Upacara adat

Tarian ini ditarikan oleh 9 penari putri. Pada tariannya penari-penari keluar masuk dari sebelah kanan Sri Susuhunan, dan kembali melalui jalan yang sama.

BEKSAN BANDABAYA

Asal        : Surakarta

Pencipta  : K. G. P. A. A. Paku Alam II

Isi           : Ketrampilan para prajurit dalam berkuda dengan menggunakan senjata berupa pedang beserta perisainya.

Tema      : Kepahlawanan

Fungsi     : Hiburan, upacara

Tari ini dibawakan oleh 4 penari dan termasuk tari kelompok. 4 penari itu dibantu 4 ploncon sebagai pembawa properti tari. Busana yang digunakan terdiri dari kain panjang yang dikenekan dengan cara sapit urang, celana panji-panji, tutup kepala kodhok bineset, kaweng, buntal, binggel, epek timang, bara samir, setagen, kalting, keris disertai untaian bunga.

DHOLALAK

Asal        : Purworejo

Pencipta  : (pada masa penjajahan Belanda)

Isi           : Pengalaman warga Purworejo melihat serdadu Belanda yang berdansa untuk melepas dahaga sambil bersenandung.

Tema      : Permainan

Fungsi     : Hiburan

Dholalak berasal dari kata do dan la, yaitu senandung serdadu Belanda yang kemudian ditirukan warga Purworejo menjadi dholalak.

KUDA LUMPING/JARAN KEPANG/JATHILAN (YOGYAKARTA)

/REOG (JAWA TIMUR)

Asal        : Banyumas

Isi           : Menunjukkan keperkasaan seorang satria dan kegagahan prajurit berkuda.

Tema      : Kepahlawanan

Fungsi     : Hiburan

Tarian ini menggunakan ”ebeg” yaitu anyaman bambu yang dibentuk menyerupai kuda berwarna hitam atau putih dan diberi kerincingan. Penari mengenakan celana panjang yang dilapisi kain batik sebatas lutut, berkacamata hitam, mahkota dan sumping ditelinga. Pada pergelangan tangan dan kaki dipasang gelang kerincingan. Jumlah penari 8 orang atau lebih. Tarian ini termasuk jenis tarian massal. Peralatan yang digunakan antara lain kendang, saron, kenong, gong dan terompet. Untuk mengiringi digunakan lagu-lagu irama Banyumasan seperti ricik-ricik, gudril, blendrong, lung gadung, dll.

Yang unik dalam tarian ini, para pemainnya bisa memakan pecahan kaca (beling) atau barang tajam lainnya. Biasanya dalam tarian ini disertai atraksi barongan, penthul dan cepet. Ebeg biasanya diiringi gamelan yang disebut bendhe.

ANGGUK

Asal        : Mataram – Bagelen

Pencipta  : Dibawa para Mubalig penyebar agama Islam

Isi           : Persebaran agama Islam

Tema      : Agama

Fungsi     : Menyiarkan agama Islam

Tari kelompok ini dimainkan paling sedikit 10 orang penari laki-laki 12 tahun. Penariya sering memainkan gerakan mengangguk-anggukkan kepala. Busana yang dikenakan berwarna hitam lengan panjang dengan garis-garis merah dan kuning dibagian dada atau punggung sebagai hiasan. Memakai celana panjang sampai lutut dengan hiasan garis merah, kaos kaki sebatas lutut tanpa sepatu dan topi pet hitam. Musiknya dari kendang, bedug, tambur, kencreng, rebana, dan angklung. Syair lagunya diambil dari kitab Barzanji, dengan menyisipkan gerak tari serta bahasa khas Banyumasan.

JIDUR

Tarian ini terdiri dari 12 penari, sehingga disebut sebagai tari kelompok. Tari ini diiringi bedug, rebana, kendang. Kostum yang digunakan : topi pet, rompi hitam, celana hitam, kacamata hitam, berkaos kaki tanpa sepatu karena menari diatas tikar. Para penari dibacakan mantra sehingga menari dalam keadaan trance.

BAMBANGAN CAKIL

Asal        : Purworejo

Isi           : Peperangan antara yang baik dengan yang bathil

Tema      : Peperangan

Fungsi     : Hiburan, upacara

Tari Bambangan Cakil yang sangat kuat terpengaruh budaya pesisir. Gerak tarinya menyertakan jurus silat pesisiran. Termasuk tarian kelompok. Tari ini juga menyajikan penggunaan senjata.

TAYUB

Asal        : Banyumas

Fungsi     : Acara kebesaran, misal HUT RI, acara pernikahan, perayaan suatu kemenangan, acara bersih desa, khitan.

Tarian ini dapat termasuk tarian tunggal ataupun kelompok. Anggota yang ikut terdiri dari sinden, penata gamelan serta penari khususnya wanita. Unsur keindahan diikuti dengan kemampuan penari dalam melakonkan tari yang dibawakan. Penari tarian Tayub lebih dikenal dengan inisiasi ledhek. Pelaksanaan acara pada tengah malam (21.00 – 03.00 pagi).

LENGGER

Asal        : Banyumas

Tema      : Kehidupan

Fungsi     : Hiburan

Tarian ini dibawakan 2 sampai 4 orang penari wanita dan penari pria untuk memeriahkan suasana. Tari ini termasuk dalam tari berpasangan. Busananya adalah kain atau jarit dan stagen. Lengger menari mengikuti irama khas Banyumas yang lincah dan dinamis mengikuti irama calung (gamelan bambu). Tari ini didominasi gerakan pinggul, gedheg dan lempar sampur. Gamelan calung terdiri dari gambang barung, penerus, dhendhem, kenong, gong dan kendang disertai sinden.

PANJI SEPUH

Asal        : Surakarta

Pencipta  : Tumenggung Kusuma Kesawa

Isi           : Syarat-syarat yang harus dipenuhi seorang Pangeran untuk    menjadi Raja.

Tema      : Kehidupan kerajaan

Fungsi     : Hiburan

Tarian ini termasuk dalam jenis tarian tunggal.

GUNTUR SEGARA

Asal        : Yogyakarta

Pencipta  : Sri Sultan Hamengku Bowono I

Isi           : Peperangan antara Raden

Tema      : Peperangan

Fungsi     : Hiburan

Ditarikan 4 orang penari putra yang menggunakan ragam tari gagah kambeng dan memakai properti gada dan bindhi serta tameng. Termasuk tari kelompok dan masuk dalam genre wireng gagah gagrag.

TOPENG

Asal        : Kulon Progo

Pencipta  : Dikembangkan lagi oleh Sidik Nugraha

Isi           : Panji mencari Dewi Sekartaji dan perang antara prajurit Kediri dengan Bantar Angin

Tema      : Peperangan

Fungsi     : Hiburan (pernikahan, sunatan, syukuran)

Tarian kelompok ini merupakan seni drama tari. Pada tarian ini terdapat komunikasi dengan para penonton. Para tokoh dalam cerita yang perempuan, semuanya diperankan oleh penari laki-laki. Seperti ciri tari kerakyatan lain, tari ini juga ditandai oleh gerak-gerak, iringan dan kostum yang sederhana.

MERAK

Asal        :

Pencipta  : R. Tjetje Sumantri

Isi           : Mengekspresikan kehidupan burung Merak

Tema      : Kehidupan Merak

Fungsi     : Hiburan

Tarian ini adalah tarian kelompok oleh 3 penari atau lebih. Tata cara dan gerakan-gerakan dari kehidupan burung merak menjadi bagian tari ini. Busana yang digunakan juga bermotif seperti Merak. Iringannya adalah lagu Macan Ucul. Dalam gerakan tertentu kadang-kadang waditra bonang dipukul dengan bagian kayunya yang keras sehingga keras sekali terdengar.

RAMAYANA

Asal        : Daerah Prambanan

Isi           : Keberhasilan Rama dalam memenangkan sayembara di negeri Mantili dan perkawinannya dengan Dewi Sinta.

Tema      : Kepahlawanan

Fungsi     : Upacara adat

Tarian ini termasuk dalam jenis seni drama tari sehingga merupakan tari kelompok. Tarian ini dibawakan oleh 7 penari. Dalam setiap episode Ramayana biasanya selalu muncul persoalan atau dilema etis atau benturan nilai-nilai.

 

One Response to “tari tarian”

  1. […] download– ANDAI ESOK PAGI TAK LAGI KULIHAT FAJAR –tari tarian .set-header:after{ background-image: […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s