annlistyana

sometime life is how we write about

Rangkuman auditing II April 14, 2012


  1. A.            Internal Control ( Pengendalian Internal)

COSO mendefinisikan pengendalain intern sebagai berikut :
Pengendalian intern adalah suatu proses yang dipengaruhi oleh dewan komisaris, manajemen, dan personil satuan usaha lainnya, yang dirancang untuk mendapatkan keyakinan memadai tentang pencapaian tujuan dalam hal-hal berikut :

(1) Keandalan pelaporan keuangan,

(2) Kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku,

(3)Efektifitas dan efisiensi operasi.

Setiap struktur pengendalian intern memiliki keterbatasan bawaan :

  1. Kesalahan dalam pertimbangan
  2. Gangguan
  3. Kolusi
  4. Pengabaian oleh managemen
  5. Biaya lawan manfaat

Unsur struktur pengendalian intern adalah:

  1. Lingkungan pengendalian
  2. Penaksiran resiko
  3. Informasi dan komunikasi
  4. Aktivitas pengendalian
  5. Pemantauan

Lingkungan pengendalian terdiri dari enam unsur yaitu nilai intregitas dan etika, komitmen terhadap kompetensi, berfungsinya dewan komisaris dan komite audit, filosofi dan gaya operasi, struktur organisasi, pembagian wewenang dan pembebanan bertanggung jawab, kebijakan dan praktik sumber daya manusia.

Tujuan satuan usaha dan pengendalian intern yang relevan dengan mengaudit
Manajemen menerapkan pengendalian intern guna memberikan keyakian memadai untuk mencapai tiga kategori tujuan : (1) Keandalan informasi laporan keuangan, (2) kesesuaian dengan undang-undang yang berlaku, (3) efektifitas dan efisiensi operasi.

Keterbatasan struktur pengendalian intern perusahaan
Pengendalian intern hanya dapat memberikan keyakinan memadai bagi manajemen dan dewan komisaris sehubungan dengan pencapaian tujuan perusahaan. Alasannya adalah karena keterbatasan bawaan (inherent limitations) pada setiap struktur pengendalian intern perusahaan berikut : (1) kesalahan dalam pertimbangan, (2) kemacetan, (3) kolusi, (4) pelanggaran oleh manajemen, (5) biaya dan manfaat.

Pihak-pihak yang bertanggungjawab atas SPI dan peranannya masing-masing adalah sebagai berikut : (1) manajemen, (2) dewan komisaris dan komite audit, (3) auditor intern, (4) personil perusahaan lainnya, (5) akuntan independent atau akuntan publik, (6) pihak luar lainnya
Penerapan komponen-komponen SPI untuk perusahaan kecil dan menengah
SA 319 menyebutkan faktor-faktor berikut harus dipertimbangkan dalam memutuskan bagaimana masing-masing komponen SPI : (1) Besarnya satuan usaha, (2) Karakteristik organisasi dan kepemilikan, (3) Sifat kegiatan usaha, (4) Keanekaragaman dan kompleksitas operasi, (5) Metoda pengolahan data, (6) Persyaratan perundang-undangan yang harus dipatuhi.

  1. B.       Test of Control ( Pengujian Pengendalian)

Merupakan prosedeur audit yang dirancang untuk memverifikasi efektivitas struktur pengendalian intern klien. Pengujian pengendalian terutama ditujukan utntuk mendapatkan informasi mengenai

1. Frekuensi pelaksanaan aktivitas pengendalian yang ditetapkan,

2. Mutu pelaksanaan aktifitas pengendalian dan

3. Karyawan yang melaksanakan aktifitas pengendalian tersebut.

Jenis pengujian pengendalian adalah :

  1. Permintaan keterangan
  2. Pengamatan
  3. Inspeksi
  4. Pelaksanaan kembali

Pengujian pengendalian dapat dilakukan oleh auditor dengan meminta keterangan dari personel yang berwenang tentang pelaksanaan pekerjaan mereka, yang berkaitan dengan pelaporan keuangan. Permintaan keterangan didesain untuk menentukan (1) pemahaman personel terhadap tugas tugasnya. (2) pelaksanaan pekerjaan mereka secara individual.(3) frekuensi, penyebab, dan penyelesaian penyimpangan yang terjadi

  1. C.        Substantif  Test

Pengujian subtantif dapat menghasilkan bukti audit tentang kewajaran setiap asersi laporan keuangan signifikan. Pengujian subtantif dapat mengungkapakan kekeliruan atau salah saji moneter dalam pencatatan pelaporan transaksi atau saldo akun.

Sifat pengujian subtantif mengarah pada jenis dan efektivitas prosedur pemeriksaan yang dilakukan. Jika tingkat resiko deteksi yang dapat diterima rendah, auditor harus menggunakan prosedur yang lebih efektif, dan biasanya lebih mahal. Jika tingkat resiko deteksi yang dapat diterima tinggi, maka prosedur yang kurang efektif dan murah dapat digunakan. Auditor dapat menggunakan jenis pengujian subtantif seperti prosedur analitik, pengujian terhadap transaksi rinci dan pengujian terhadap saldo akun.

Rencana sampling dalam pengujian subtantif dirancang untuk

(1) mendapatkan bukti bahwa suatu saldo rekening tidak salah saji secara material (sebagai contoh, mislanya nilai buku rekening piutang dagang), atau

(2) membuat suatu estimasi independen tentang suatu jumlah (sebagai contoh, misalkan nilai

persediaan yang tidak ada catatan nilai bukunya).

Ketidakpastian, risiko sampling, dan risiko audit

Auditor dimungkinkan untuk menerima sejumlah ketidakpastian dalam pengujian subtantif, apabila waktu dan biaya untuk memeriksa unsur-unsur dalam populasi menurut pertimbangannya akan lebih besar daripada akibat kemungkinan menyatakan pendapat yang keliru dari hasil pemeriksaan hanya pada data sampel.

 

  1. D.       Jenis-jenis Prosedur Audit

Prosedur audit yang harus dilaksanakan oleh auditor dalam mengumpulkan berbagai tipe bukti audit.  Prosedur audit dilaksanakan oleh auditor dalam mengumpulkan berbagai tipe bukti audit tertentu yang harus diperoleh pada saat tertentu dalam audit. Prosedur audit yang disebutkan dalam standar tersebut meliputi :

  1. Inspeksi
  2. Pengamatan (observasi)
  3. Permintaan keterangan (enquery)
  4. Konfirmasi
  5. Penelusuran (tracing)
  6. Pemeriksaan bukti pendukung (vouching)
  7. Perhitungan (counting)
  8. Scanning
  9. Pelaksanaan ulang (reperforming)
    1. Compurer assisted audit techniques

 

  1. E.        Jenis – Jenis Bukti Audit

Bukti audit adalah segala informasi yang mendukung angka angka atau informasi lain yang disajikan dalam laporan keuangan, yang dapat digunakan oleh auditor sebagai dasar yang layak untuk menyatakan pendapatnya. Bukti audit yang mendukung laporan keuangan terdiri dari : data akuntansi dan semua informasi penguat yang tersedia bangi auditor.

Data Akuntansi

Jurnal, buku besar dan buku pembantu serta buku pedoman akuntansi, memorandum, dan catatan tidak resmi seperti daftar lembaran kerja yang mendukung alokasi biaya, perhitungan, dan rekonsiliasi secara keseluruhan merupakan bukti yang mendukung laporan keuangan. Auditor menguji data akuntansi yang mendasari laporan keuangan dengan jalan

  1. Menganalisis dan mereview
  2. Menelusuri kembali langkah langkah prosedur yang diikuti dalam proses akuntansi dan dalam proses pembuatan lembaran kerja dan alokasi yang bersangkutan
  3. Menghitung kembali dan melakukan rekonsiliasi jumlah jumlah yang berhubungan dengan penerapan informasi yang sama

 

  1. F.        Kertas Kerja

Kertas kerja adalah catatan catatan yang diselenggarakan oleh auditor mengenai prosedur audit yang ditempuhnya, pengujian yang dilakukannya, informasi yang diperolehnya dan kesimpulan yang dibuatnya sehubungan dengan auditnya.

Contoh kertas kerja : program audit, hasil pemahaman terhadap struktur pengendalian intern, analisis, memorandum, surat konfirmasi,  dll.

Tujuan pembuatan kertas kerja :

  • Ø Mendukung pendapat auditor atas laporan keuangan auditan
  • Ø Menguatkan kesimpulan auditor dan kompetensi auditnya
  • Ø Mengkoordinasi dan mengorganisasi semua tahap audit
  • Ø Memberikan pedoman dalam audit berikutnya

Faktor yang harus diperhatikan dalam pembuatan kertas kerja : lengkap, teliti, ringkas, jelas dan rapi.

Tipe kertas kerja

  1. Program audit (audit program)
  2. Working trial balance
  3. Ringkasan jurnal adjustment
  4. Skedul utama (lead schedule atau top schedule)
  5. Skedul pedukung

Kertas kerja harus diberi indeks untuk memudahkan pencarian informasi yang tercantum di dalamnya dan untuk memudahkan pengaitan informasi dalam suatu kertas kerja sesuai dengan informasi dalam kertas kerja yang lain.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s