annlistyana

sometime life is how we write about

kematian yang tidak mengenal batas umur September 23, 2011

Filed under: Islam — annlistyana @ 12.36
Tags: ,

berbuat baik itu adalah kewajiban kita sebagai umat  Muslim, tidak menyia-nyiakan waktu yang ada, berbuat baik ke semua yang ada di muka bumi ini, entah itu manusia, hewan ataupun alam semesta. Setiap perbuatan kita senantiasa dicatat oleh Malaikat, amal baik dan amal buruk akan ditimbang, kemudian akan ada balasan atas setiap amalan kita. Balasan atas dosa dosa kita bisa terjadi di dunia bisa juga terjadi di neraka.

membahas tentang balasan atas dosa di dunia yaitu ketika kita akan mati. Susah sekali untuk mati, mengidap penyakit yang menyiksa diri selama bertahun tahun,  itulah contoh Allah meringankan dosa kita. bisa juga seperti hukum di Arab, misal seseorang mencuri, maka tangannya akan di potong. itu akan meringankan dosa. emm, atau menghilangkan dosa ya??

pendidikan agama Islam sejak dini, orang tua, sekolah dari TK sampe perguruan tinggi, pasti kita sudah mendapat banyak bekal tentang Islam. Pastilah kita sebagai umat Muslim (seburuk-buruknya yaitu Islam KTP), dalam hati kita pasti tau mana yang benar dan mana buruk. Tapi untuk kesenangan dan kepentingan tertentu, kita tetap saja menganggap itu adalah hal yang baik dan kita pura pura masa bodoh, lalu menyampingkan dosa akibat perbuatan itu.

Islam memang fleksibel, dan masalah dosa atau tidak memang hanya Allah yang tau. tapi apa masih ada toleransi atas dosa besar dan itu jelas jelas merupakan perbuatan yang negatif.  misalnya durhaka kepada orang tua, Korupsi, Zina, Perselingkuhan, Mencuri, Membunuh, musyrik, kafir dan lain lain.

siksaan teringan di dalam neraka itu adalah memakai alas kaki yang berasal dari api neraka. coba saja bayangkan.. dan 1 hari siksaan dosa kita di neraka = 1 tahun pembalasan di dunia. jika kita mengetahui siksaan neraka yang begitu pedih, mengapa kita masih saja berbuat dosa? dengan entengnya sebagian orang mengatakan, “karena yang berbau dosa itu adalah sesuatu yang enak di dunia”.

tidak munafik, saya, penulis, juga masih sering berbuat dosa, tau itu dosanya apa dan bagaimana siksaan kelak, tapi mengapa masih saja tetap di lakukan.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s