annlistyana

sometime life is how we write about

jangan tusuk teman dari belakang March 18, 2011

Filed under: Uncategorized — annlistyana @ 02.14

Egoisme kali ini sudah menjadi jadi dalam kehidupan keseharian kita. Egoisme antara perasaan, logika, akal sehat dan lain sebagainya. Entah apa awal mula egoisme itu sendiri.

Dan kali ini aku akan membuka secara gamblang apa yang aku ketahui, melalui beberapa proses, dan itu sangat berpengaruh dalam lingkungan kecil maupun lingkungan besar. Entah menjadi peperangan, pikiran buruk bahkan sering sekali menjadi dendam. Karena hal itu telah berhubungan dengan hati.

Terkadang aku hanya ingin diam tanpa ada seseorang di sekitarku untuk sementara waktu. Hanya ada aku dibalik pintu kamarku beserta barang barang bisu hanya memandang lesu ketika aku diam dalam lacar laptopku dan aku dengan berkaca kaca mata saat menulis dan seseketika aku mengernyitkan wajahku, kata apa yang akan aku tulis, semua rangkaian kata adalah hasil proses pemikiran hatiku dan otakku saat siang tadi sampai sore,. Aku mengingatnya, lalu aku hubungkan dengan kejadian kejadian lama dan kejadian baru.

Aku sekarang ingin sendiri dan memikirkan dengan jelas, siapa teman yang harus aku pilih, siapa kawan yang harus aku buat untuk menjadi seorang KAWAN bukan seorang LAWAN. Terkadang aku hanya ingin aku hidup sendiri, menyendiri, tersenyum melihat kawanan burung terbang, dan atau aku menari di tengah kebun bunga, atau aku menyelam di samudera luas, tanpa kalian, teman temanku.

Sudahkah semua teman itu busuk, mana lagi yang baik. semakin lama aku semakin berada dan terinjak dalam peradaban yang benar benar bikin pengen mati aja deh. Tanpa solusi? Ya memang sudah tidak ada solusi yang pas. Karena sollusi itu sudah membabi buta dan sudah sangat basi untuk di terapkan.

Aku membenci keadaan buruk ini, keadaan yang mengsugestikan tanganku untuk mengacungkan jari tengahku dihadapan kalian.

Namun apa yang bisa aku lakukan, aku hanya bisa menangis di tengah tengah hembusan angin dari mesin kipasku. Seolah ia berusaha untuk mengeringkan air mataku.

Aku tidak lagi percaya pada temanku. teman yang aku perkirakan dia akan baik padaku dan berattitude baik ternyata tidak sebaik itu, dan aku sangat menyesalinya,

Apa maksud kalian itu. Sudahkah puas menyakitiku, sudahkah puas menyakiti temanku yang lain, dan akhirnya saling menyakiti.

Kita itu teman, kita itu saudara, aku mengerti situasi buruk ini. Tapi kalian terlebih dahulu menyumpal lidahku dengan ancaman ancaman kalian. Matilah saja aku.

Oke

1. Situasi sudah hancur, kau membuat buruk, dan aku menghancurkan segalanyal.

2. Aku mengerti kesalahan dan kesalahan itu tidak aku ungkapkan. Terlebih lagi mereka semua mendukung kesalahan itu.

3. Aku mempercayainya, eh tau tau malah makan temen. Oke my middle finger for you every day.

Kesalahan itu gak bakal aku lupain. Kesalahan terbesar dan bikin aku gag percaya lagi sama kamu, wanita! I wanna hold your hand, eh malah elo yang hold handnya. Janccuk banget.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s