annlistyana

sometime life is how we write about

pavlov January 31, 2010

Filed under: Pendidikan — annlistyana @ 12.53

PSIKOREFLEKSOLOGI

PAVLOV

(Rusia)

Metode yang digunakan adalah reflex bersyarat  dengan banyak eksperimen dengan anjing. Anjing dibedah sedemikian rupa sehingga ludahnya bisa bermuara di luar pipi, air liur bisa ditampung serta dicatat dengan seksama pada sebuah kymografion. Anjing ini kemudian diletakkan dalam sebuah kandang gela[ yang berjendela, melalui mana orang bisa menaruh piring makanan bagi si anjing.

Bagi anjing, pembuangan air liur merupakan reaksi alami (reflex) ketika dia melihat makanan. Dengan kata lain, makanan merupakan perangsang tidak bersyarat bagi pembuangan air liur. Selanjutnya, PaVlov, selalu memberikan seberkas sinar dalam kandang anjing itu, dekat sebelum dia memberikan makanan kepada anjing.

Melalui beberapa ulangan  ternyata bahwa hanya dengan perangsang cahaya itu saja, tanpa diiringi perangsangan makanan, sudah berlangsung pembuangan air liur. Dengan kata lain, reflek anjing sudah di dresir. Reflek anjing tadi tidak mereaksi terhadap perangsang buatan berbntuk cahaya. Maka perangsang buatan ini menjadi kondisi bersyarat bagi pembuangan air liur tersebut. Atau bagi mereaksinya reflek. Sehingga terjadi reflek bersyarat atau reflek terkondisionir.

Pavlov membuat eksperimennya lebih sulit lagi. Yaitu memberikan cahaya merah dengan disusul makanan dan memberikan berkas cahaya hijau tanpa memberikan makanan. Sesudah berlangsung beberapa kali, benar-benar muncul reflek liur pada cahaya merah dan tidak ada reflek liut pada cahaya hijau. Dengan tegas dinyatakan Pavlov, bahwa juga kelenjar lainya bisa didresir semacam itu. Hal ini membuktikan bahwa reflek itu bisa dididik dan dipengaruhi. Maka tujuan Pavlov ialah : mengembangkan psikologi yang obyektif, melalui penelitianpisiologis. Ditambah olehnya, bahwa psikologi tidak mempunyai perspektif sama sekali.

Von Bechteraf, murid Pavlov menerapkan metode Pavlov di bidang psikologi, khususnya terhadap diri manusia. Dia menyatakan bahwa banyak proses antara lain reflek-reflek bersyarat itu berlangsung di luar kesadaran individu. Sehubungan dengan ini, psikologi obyektif tidak boleh mempelajari gejala kesadaran atau cirri subyektif, akan tetapi harus mempelajari fakta2 obyektif. Psikorefleksologi ini besar pengaruhnya dengan perkembangan behaviourisme di AS.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s