annlistyana

sometime life is how we write about

Pengisyarat March 21, 2008

Filed under: Uncategorized — annlistyana @ 13.38
Tags:

Kelopak mataku yg semakin sayup tak mampu lagi menatap lurus
Hati menjadi dilema dalam canda angin yang segar
jemari mengajak pena untuk menguntai suara jiwa yang gemericik di bawah luka
Teramat mudah untuk membaca,namun apakah pembaca mampu menelusuri sukma yang fana ini?
Mungkin merasa terharu tapi harunya sebagai debu yang lenyap seketika diterpa angin sepoi.

Merah menjadi aura diselubung raganya mengisyaratkan ada hasrat yang jauh dari manusiawi.
Putihnya menerawang sedikit disela sela itu untuk peringatan

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s